;

Ini Aksi Jemput Bola Karantina Sumbawa untuk Jamin Penerapan ISPM#15 pada Kemasan Kayu Impor

full-web mobile
Penulis : Tri suparyanto, A.Md | Tanggal : 11 Desember 2018

Sumbawa -- Sebagai perusahaan tambang PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) rutin mendatangkan-spare part- alat berat dari luar negeri seperti Australia, Amerika Serikat dan Singapura. Tercatat dalam operasional Karantina Sumbawa pada tahun 2015 sebanyak 6.695 -kemasan- kayu yang dipergunakan sebagai pembungkus ataupun bantalan alat berat diperiksa oleh Karantina Sumbawa dengan frekuensi 94 kali. Lalu pada tahun 2016 sebanyak 3.112 dengan frekuensi 77 kali dan tahun 2017 sebanyak 1.455 dengan frekuensi 13 kali. Besarnya lalulintas impor marka, pada hari Selasa (27/11) dilakukan diskusi tentang prosedur perkarantinaan. Menurut Abdul Salam, Kepala Subseksi Pelayanan dan Operasional Karantina Sumbawa tema dalam diskusi kali ini Permentan No.12 Tahun 2009 Permentan No.12 Tahun 2009 tentang Persyaratan dan tatacara tindakan karantina tumbuhan terhadap pemasukan kemasan kayu ke dalam wilayah negara Republik Indonesia dan ISPM nomor 15. Salam menambahkan, pemeriksaan yang dilakukan Karantina Sumbawa untuk mengetahui keberadaan, kebenaran dan keabsahan marka, kondisi fisik dan adanya kemungkinan infestasi OPTK. Sehingga OPTK tersebut tida dapat masuk dan tersebar di wilayah Indonesia khususnya Pulau Sumbawa. “Pemeriksaan dasar yang pada kemasan kayu marka yang harus sesuai standar dan jenis perlakuanya. Bebas dari serangga, tidak ada kulit kayu serta tidak berjamur.” jelas Salam

Temukan Berita Lainnya

Share berita ini via

Media Sosial

Kontak Kami

Jika Anda Mempunyai Keluhan, Kritik Atau Saran Terhadap Pelayanan Kami
Silahkan Hubungi Line Center Dibawah Ini

Kantor Induk

Jln. Pelabuhan Badas No. 01 Sumbawa Besar - NTB

84351

(0371) 2629152

081 238 499 998

stakabadas@gmail.com

Kirim Pesan Kepada Kami Melalui Form Berikut

Pengunjung Hari Ini : -   |   Total Pengunjung : -