;

Tumbuh Liar, Karantina Sumbawa Pastikan Srikaya Bebas Kutu Putih

full-web mobile
Penulis : Tri Suparyanto, A.Md | Tanggal : 23 April 2019


Sumbawa – Buah nona? Bagaimana ya bentuknya, rasa-rasanya kok belum pernah makan. Bayangan Karimin sih rasanya manis, warnanya merah menggoda.

Benar, manis banget, asli! Tapi tidak merah ternyata. Daging buahnya putih dengan kulit menyerupai sisik berwarna hijau. Yap, Karimin mengenalnya dengan nama srikaya.

Kok orang Sumbawa menyebutnya buah nona? Barangkali diambil dari penggalan nama ilmiahnya, Annona squamosa. Ah, ada-ada saja. Orang Indonesia memang kreatif.

Di Sumbawa, srikaya jarang dibudidayakan. Biasanya sih tumbuh liar di ladang, pekarangan rumah, atau sebagai tanaman pagar. Meski demikian, produktivitasnya lumayan juga. Berdasar data operasional Karantina Sumbawa, pada tahun lalu, 798 kilogram buah srikaya dilalulintaskan ke luar Sumbawa sebagai buah tangan atau barang tentengan.

Jumat lalu (22/02), Saladin, petugas Karantina Sumbawa Wilker Bandara Sultan M. Sholahudin Bima memeriksa 7 kilogram srikaya yang akan dikirim ke Jawa. Memangnya, apa yang diperiksa?

“Buah Srikaya rentan terhadap serangan kutu putih. Jadi, buah yang betul-betul bersih yang boleh kita lalulintaskan,” jelas Saladin.

Hmm, jadi begitu ya karantina bekerja. Iyap, makanya bantu kami dengan selalu lapor karantina yak

Temukan Berita Lainnya

Share berita ini via

Media Sosial

Kontak Kami

Jika Anda Mempunyai Keluhan, Kritik Atau Saran Terhadap Pelayanan Kami
Silahkan Hubungi Line Center Dibawah Ini

Kantor Induk

Jln. Pelabuhan Badas No. 01 Sumbawa Besar - NTB

84351

(0371) 2629152

0813 3990 1664

stakabadas@gmail.com

Kirim Pesan Kepada Kami Melalui Form Berikut

Pengunjung Hari Ini : -   |   Total Pengunjung : -