Lagi-lagi Karantina Wilker Sape menahan 2 (dua) ekor anjing muda asal daerah Surabaya pada tanggal 1 Februari 2013 pukul 16.15 WITA dipelabuhan penyebrangan ferry sape sebagai pintu keluar masuk segala macam komoditi dengan berita acara penahanan Nomor 2013.1.045.08.8a.K.000012. Penahanan dilakukan karena lalu lintas Hewan Pembawa Rabies (HPR) tersebut diketahui secara ilegal dan tidak dilengkapi dengan dokumen resmi yang dipersyaratkan oleh karantina serta tidak dilengkapi dengan surat rekomendasi pengeluaran (daerah asal) dan rekomendasi pemasukan (daerah tujuan) serta keterangan kesehatan hewan lainnya. Pada tahun 2011 karantina wilker sape telah menjaring lebih dari 20 ekor anjing illegal, dan tahun 2012 sebanyak 8 ekor anjing ilegal yang berasal dari Denpasar, Surabaya, dan NTB sendiri dengan tujuan flores NTT untuk kepentingan diperdagangkan/konsumsi serta pelihara.
Tahun telah berganti saatnya bergerak maju dengan semangat tahun anggaran baru 2013. Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Sumbawa Besar, melaksanakan rapat kerja tingkat UPT TA. 2013 sebagai langkah untuk mengevaluasi jalannya program-program kerja TA. 2012 dan juga sebagai tolak awal menjalankan program-program kerja TA. 2013. Raker ini dengan mengusung tema ”Pemantapan Rencana dan Peningkatan Kinerja” ini diikuti seluruh pegawai lingkup SKP I Sumbawa dari wilayah kerja pelabuhan Ferry Poto Tano sampai paling ujung timur wilayah kerja pelabuhan Ferry Sape. Rapat kerja tahunan ini sekaligus sebagai ajang silaturrahmi bagi pegawai di seluruh wiyah kerja lingkup SKP I Sumbawa Besar.
Pada tanggal 12-13 November tahun 2012 Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Sumbawa Besar melaksanakan kegiatan ESQ diaula kantor SKP dan sehari kemudian dilanjutkan dengan kegiatan outbond di pantai Baru bekerja sama dengan Outbond organizer event “ALIFA OUTBOND” dan diikuiti oleh seluruh pegawai lingkup SKP Kelas I Sumbawa Besar.
Emosional Spiritual Quentient (ESQ) merupakan kegiatan/aktivitas untuk mengasah kecerdasan emosi,dan kecerdasan spiritual. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka membangkitkan semangat intelektual dan emosional yang terkontrol melalui semangat dan kecerdasan spiritual pegawai lingkup SKP Kelas I Sumbawa Besar, sehingga kemampuan bekerja dan menjalankan tugas serta tingkahlaku baik secara lahir maupub bathin selalu tertata dengan baik dalam pandangan spiritual kita.
Karantina Pertanian Wilker Sape merupakan salah satu dari 8 (delapan) Unit Wilayah kerja dari lingkup Stasiun Karantina Pertanian (SKP) Kelas I Sumbawa Besar yang berlokasi di Badas, Sumbawa Besar yang merupakan induk dari Wilker-wilker Karantina Pertanain yang ada dipulau Sumbawa. Pelabuhan resmi merupakan pelabuhan yang telah ditetapkan oleh pemerintah dalam sebuah Surat Keputusan (SK) sebagai tempat utama lalulintas segala komoditi pertanian (hewan maupun tumbuhan) seperti pelabuhan udara (bandara), pelabuhan laut seperti pelabuhan laut ferry/ kapal-kapal besar seperti kapal yang melintas antara daerah/ pulau diwilayah perairan Republik Indonesia maupun yang melintas antara Negara. Pada pelabuhan resmi sudah terdapat infrastruktur, unsur-unsur fisik pendukung dan terdapat minimal beberapa institusi pemerintah yang bertugas didalamnya seperti, Karantina Pertanian, KP3, Polair, Syahbandar, Beacukai, Pelindo dan lain-lain. Sedangkan pelabuhan tidak resmi identik dengan pelabuhan rakyat, dan merupakan jenis pelabuhan yang belum masuk dalam ketentuan/ketetapan pemerintah Badan Karantina Pertanian dari Kementrian Pertanian Republik Indonesia dan tidak ditempati/dijaga oleh unsur-unsur pemerintah.
Kegiatan sosialisasi yang diprakarsai Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Sumbawa Besar bekerja sama dengan Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan Kabupaten Sumbawa Barat dan Perhmpunan Dokter Hewan NTB 2 (wilayah Sumbawa dan KSB) di Kecamatan Seteluk pada hari Rabu 4 Juli 2012 berhasil dengan sukses dan mendapat sambutan antusias masyarakat. Walhasil para pemangku kepentingan dan warga di wilayah Seteluk hadir dalam Sosialisasi Flu Burung pagi itu. Kegiatan ini merupakan salah satu serangkaian momentum Bulan Bakti Karantina yang dilaksanakan serempak di UPT Karantina di seluruh Indonesia yang dilaksanakan setiap bulan Juni sampai dengan Juli.











